Pemilihan Rektor IPB





PDF Data

(Bogor, 12 Juni 2017) Tepat pada tahun 2017 ini, IPB kembali akan mengadakan pemilihan rektor (Pemilrek) untuk masa jabatan 2017-2022. Pada saat ini IPB berada dalam kepemimpinan Bapak Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto M.sc, selaku rektor IPB yang telah menjabat selama 2 periode, diantaranya pada periode tahun 2007-2012 dan berlanjut pada periode tahun 2012-2017. Rangkaian Pemilrek ini sendiri dijadwalkan akan dimulai pada Mei 2017 dan berakhir pada 15 Desember 2017 yang ditandai dengan pelantikan rektor IPB terpilih periode 2017-2022. Jumat, 21 Juli 2017 merupakan batas penyerahan hasil seleksi administrasi kepada Majelis Wali Amanat dan hingga artikel ini diluncurkan, laporan lengkap kegiatan PPR sampai dengan tahap verifikasi berkas kelengkapan Bakal Calon Rektor (BCR) IPB telah diserahkan oleh ketua Panitia Pemilihan Rektor di Kantor Majelis Wali Amanat (MWA), setelah sebelumnya proses verifikasi administrasi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB telah dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu, selanjutnya pada tanggal 25 Juli 2017 akan diadakan siding paripurna Majelis Wali Amanat (MWA). Bagaimana pengetahuan mahasiswa IPB dan pendapat mereka tentang pemilihan rektor kali ini?

Berdasarkan survei yang telah dilaksanakan oleh Biro Riset dan Pengembangan BEM KM IPB terhadap 241 responden, sebanyak 4% mahasiswa IPB belum mengetahui akan diadakannya pemilihan rektor pada tahun ini. Untuk itu dirasakan perlunya peningkatan sosialisasi kepada mahasiswa untuk mencerdaskan mengenai pemilihan rektor yang akan diadakan di penghujung tahun 2017 ini. Menurut responden yang kami survei, mahasiswa masih kurang dilibatkan dalam pemilihan rektor kali ini. Memang betul bahwa keterlibatan mahasiswa sangat kecil terhadap pemilihan rektor, karena suara mahasiswa diberikan sebanyak 2% dan juga diwakilkan oleh Presiden Mahasiswa IPB sebagai Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa.

Menjelang berlangsungnya Pemilrek ini, perlu diketahui aspek-aspek apa saja yang menjadi aspirasi mahasiswa IPB, aspirasi yang paling banyak disampaikan mahasiswa adalah kebijakan penghapusan UKT semester 9. Seperti yang diketahui bahwa UKT semester 9 masih menjadi salah satu perbincangan dikalangan mahasiswa tingkat akhir di IPB. Pasalnya belum ada ketentuan yang jelas yang mengatur masalah ini. Harapannya rektor yang baru dapat segera menuntaskan masalah ini dan bisa menghapus UKT semester 9 bagi mahasiswa IPB. Aspek lainnya yang menjadi aspirasi mahasiswa IPB yakni pembenahan birokrasi dan pelayanan kemahasiswaan yang dinilai masih perlu diperbaiki, selain itu kebijakan green campus juga menjadi aspirasi yang ingin disampaikan mahasiswa.

Kami juga menyurvei untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyaring aspirasi mahasiswa, dan sebagian besar mahasiswa setuju untuk diadakannya Pemilihan Raya Rektor pilihan mahasiswa, dimana nantinya mahasiswa akan memilih rektor berdasarkan voting yang kemudian hasilnya akan dibawa oleh Presiden Mahasiswa IPB selaku MWA Unsur Mahasiswa sebagai rektor pilihan mahasiswa. Namun, sebanyak 31,9% mahasiswa menginginkan untuk dibuatnya kontrak sosial untuk rektor baru seperti yang diketahui mahasiswa juga memilih jalan ini pada pemilihan rektor periode sebelumnya. Setidaknya sebanyak 6,6% mahasiswa menyetujui keduanya, yakni diadakannya pemilihan raya rektor pilihan mahasiswa dan membuat kontrak sosial untuk rektor baru.

-okin-

Hubungi kami

Seputar pertanyaan, kritik, dan saran silahkan menghubungi kami melalui kontak berikut:

Muhammad Shalih

Template by Start Bootstrap|Modified byAji Permana