SURVEI AWAL BEM KM IPB

Infografis Survei Awal BEM KM IPB 2017





Pada era digital seperti saat ini, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan teknologi seperti hari ini telah membawa perubahan yang positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dimana setiap kegiatan yang dilakukan akan lebih efektif dan efisien. Efektivitas dan efisiensi dalam menggunakan sumberdaya organisasi merupakan hal yang penting dilakukan agar sebuah organisasi dapat mengoptimalkan peranannya.

Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat adalah teknologi media atau internet. Pesatnya perkembangan teknologi media digital dan internet ini juga berimbas pada strategi pemasaran dunia dimana trend marketing offline (melalui iklan di televisi, radio, atau media cetak lainnya) mulai beralih ke trend marketing online (melalui website atau media sosial). Selain dimanfaatkan oleh pelaku bisnis dalam memasarkan produknya, perkembangan teknologi media digital ini juga berguna sebagai media “personal branding” bagi sebuah organisasi non profit, contohnya seperti yang dimanfaatkan oleh BEM KM IPB 2017.

BEM KM IPB adalah sebuah organisasi bagi mahasiswa IPB yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat IPB, yang meliputi presiden mahasiswa (Presma) dan wakil presiden mahasiswa (Wapresma) beserta seluruh jajaran menteri, direktur, dan staff yang membantunya. Jumlah mahasiswa aktif IPB dari seluruh angkatan yang lebih dari 20.000 mahasiswa yang merupakan pengguna internet aktif, sehingga menjadi sebuah keniscayaan bagi BEM KM IPB untuk menjaring seluruh aspirasi mahasiswa dari lintas angkatan, baik itu dari mahasiswa reguler (S1) maupun mahasiswa diploma. Berkat kemajuan teknologi internet ini mahasiswa dapat berkarya dengan lebih produktif karena kendala jarak dan waktu dapat diatasi dan informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Kemajuan teknologi internet semakin terasa kemudahannya bagi BEM KM IPB 2017 dengan kehadiran sejumlah media sosial yang memudahkan komunikasi, seperti media sosial LINE dan Instagram. Survei yang dilakukan oleh Biro Riset dan Pengembangan BEM KM IPB 2017 menunjukkan dari 10 mahasiswa IPB terdapat 6 mahasiswa IPB yang telah mengikuti official account LINE BEM KM IPB 2017 (59%). Hal ini akan berdampak positif terhadap pengetahuan mahasiswa IPB mengenai informasi seputar kampus yang penting untuk didapatkan seperti informasi terkait pengadaan seminar, pelatihan (workshop), informasi beasiswa, informasi terkait kebijakan kampus, nasional, daerah, dan kebijakan pertanian terkni serta informasi menarik lainnya yang sangat disayangkan untuk dilewatkan. Selain itu jumlah pengikut official account LINE ini juga berdampak positif terhadap pengetahuan mahasiswa IPB mengenai organisasi BEM KM IPB 2017 ini sendiri. Berkat adanya publikasi dari media sosial ini, sebanyak 79% mahasiswa IPB telah mengetahui nama kabinet BEM KM IPB 2017 yaitu Kabinet Kita. Selain itu kehadiran media sosial ini juga turut menaikkan popularitas dari Presma dan Wapresma BEM KM IPB 2017 Kabinet Kita. Survei yang dilaksanakan pada bulan Februari 2017 ini membuktikan bahwa publikasi BEM KM IPB 2017 melalui official account LINE dan Instagram telah membuat 83% mahasiswa IPB mengetahui nama Presma BEM KM IPB 2017 yaitu Panji Laksono dan sebanyak 61% mahasiswa IPB telah mengetahui nama Wapresma BEM KM IPB 2017 yaitu Fahrizal Amir.

Namun jumlah persentase mahasiswa IPB yang mengikuti official account Instagram BEM KM IPB 2017 cenderung lebih rendah yaitu sebesar 45% atau dapat juga diartikan dari 10 mahasiswa IPB terdapat 5 mahasiswa IPB yang mengikuti official account BEM KM IPB 2017 di Instagram. Kesimpulan dari hasil survei ini adalah baik media sosial LINE maupun Instagram sangat mempengaruhi pengetahuan mahasiswa IPB baik pengetahuan seputar BEM KM IPB 2017 maupun informasi-informasi seputar kampus lainnya. Kerja keras BEM KM IPB 2017 untuk kedepannya masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan branding BEM KM IPB 2017 di benak mahasiswa IPB. Harapannya dengan semakin dekatnya keberadaan BEM KM IPB 2017 kepada personal mahasiswa kita dapat bersama-sama menjembatani aspirasi mahasiswa agar tercapai kesejahteraan di segala pihak.





PKM atau program kreativitas mahasiswa merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Program ini merupakan program yang mengedepankan kreativitas serta inovasi dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia. Program ini menjadi salah satu ajang paling bergengsi yang sangat populer di kalangan mahasiswa seluruh Indonesia. Beberapa kategori yang ada di program kreativitas ini antara lain kewirausahaan, teknologi, pengabdian masyarakat, gagasan tertulis, dan lain-lain.

Institut Pertanian Bogor memiliki track record yang sangat baik pada ajang ini. Setelah sempat beberapa kali menjadi juara umum pada penyelenggaraan PIMNAS, namun beberapa tahun terakhir IPB masih belum mampu mengembalikan title juara umum tersebut. Tahun ini IPB menjadi universitas dengan penerima PKM didanai terbanyak di Indonesia yaitu 195 proposal didanai.

Besarnya gengsi serta dukungan yang penuh dari IPB berdampak pada banyaknya mahasiswa yang berpartisipasi pada program kreativitas mahasiswa ini. Sebanyak 36% dari total keseluruhan mahasiswa D3 dan S1 di IPB ikut serta dalam program ini. Tidak hanya untuk bersaing, namun juga untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu-ilmu serta teknologi yang sudah didapatkan selama kuliah agar bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

Sebanyak 42% mahasiswa IPB yang mengikuti PKM mengatakan bahwa alasan mereka mengikuti PKM ini adalah karena ajakan teman. Karena sifatnya yang berkelompok maka dibutuhkan banyak SDM pada program ini. Salah satu cara untuk mendapatkan SDM tersebut adalah dengan mengajak teman yang sekiranya mampu dan memiliki keinginan untuk mengembangkan gagasannya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Banyak juga mahasiswa yang mengikuti PKM ini karena keinginan dari diri sendiri yaitu sebanyak 40%. Mereka memiliki keinginan untuk bisa mengimplementasikan ide atau gagasan yang dimiliki agar bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Selain itu 18% mahasiswa lainnya mengatakan bahwa keikutsertaan mereka pada PKM ini memang karena tuntutan tugas dari mata kuliah yang mereka ambil.

Selama mengikuti rangakaian PKM ini tentunya banyak kendala yang dihadapi oleh mahasiswa. Sebanyak 46 % mahasiswa yang mengikuti PKM mengatakan bahwa kendala yang mereka hadapi selama mengikuti PKM adalah masalah birokrasi. Birokrasi selama mengikuti PKM memang cukup rumit, karena banyak sekali hal yang harus diperhatikan. Masalah internal di dalam anggota kelompok juga menjadi salah satu masalah yang banyak dihadapi mahasiswa. Masalah lain yang dihadapi mahasiswa adalah dosen pembimbing yang sulit ditemui, serta sulit untuk menemukan dan mengembangkan ide.

Hubungi kami

Seputar pertanyaan, kritik, dan saran silahkan menghubungi kami melalui kontak berikut:

Muhammad Shalih

Template by Start Bootstrap|Modified byAji Permana